Bagus nya ada perkumpulan orang-orang fisika, disanalah kita berbagi kisah, membuka lapangan kerja baru ato ngerumpi sharing perusahaan yang butuh orang-orang fisika ato gimana….. githu, usul aje hehehe……
halah halah, cerita lama mahasiswa fisika, gag berani tampil…keliatan banget waktu gw jadi asisten, beda banget secara mental sama anak jurusan teknik…jawab pertanyaan aja gag berani, gimana cari kerjaan, mungkin nerima duit bejibun aje gag siap, di pikirannya fisika itu adalah neraka…
padahal, peluang untuk miskin mahasiswa jurusan teknik malah lebih gede, namanya juga banyak saingan…
kita gag ada saingan bung, tinggal diasah bahasa inggris n komputer…itu aja kuncinya,,,ironisnya, sbagian besar mahasiswa fisika englishnya ancur2an…
untuk kerjaan, ramai2 lah daftar ke Oil company, butuh fisika (instrument dan Geofisika)…inget English!!!
Prospek kerja fisika murni
diawali dari kebingungan menentukan pilihan masa depan yang lebih baik
setelah tamat dari jenjang sekolah menengah atas, berkeinginan melanjutkan kejenjang perguruan tinggi,ada pertanyaan besar dalam pikiran ….. jurusan apakah yang dipilih ? sesuai selera atau kemampuan or bakat ……
bagaimana dengan jurusan FISIKA ?
FISIKA ADALAH ILMU UNIVERSAL,FISIKA TIDAK HANYA BERKUTAT DI REAKTOR NUKLIR,,,,PARTIKEL, ,GELOMBANG. ..SEKARANG FISIKA SUDAH MASUK KE ERA BARU….FISIKA ADALAH ILMU MASA DEPAN…SIAPA YG MENGUASAI FISIKA BEARTI MENGUASAI MASA DEPAN,,ITU YANG DI KATAKAN DOSEN SAYA… “TERNYATA BENAR,,,” U CAN DO EVERYTHING U THINK”
UTUK TEMAN2 FISIKA..PLEASE. ..BANTU ADIK2 KITA, YAKIN KAN MEREKA BAHWA MEMILIH FISIKA BUKAN SUATU KESALAHAN… INI ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA.
Sabtu, 18 April, 2009 22:51
“gundrie_11″ gundrie_11@yahoo.com
ass.wr.wb..
hmm..kenalkan, saya anggota baru milis..bwd para senior dari milis ini mohon bantuanya ya, belum tw apa2..hhe
Saya ingin tanya, bagaimana prospek MIPA fisika ini kedepanya??kebetula n saya keterima di Mipa-fisika UI, tapi sayangnya kelas paralel,,sebelumnya saya juga sudah dinyatakan di terima di Tek Informatika Telkom..Orang tua meberikan saya kebebasan andai kata sampai snmptn nanti saya belum mendapatkan PTN fav lagi…
Yang saya khawatirkan, saya keterima di Paralel ui ini akan dibatasi dalam masalah keaktifan,cenderung diutamakan yang kelas reguler dalam ajang kompetisi, apakah benar??sedangkan Tek informatika saat ini dengar2 kedepanya tidak akan sebagus dulu..
Saya bingung dalam mengambil keputusan, mohon bantuannya ya kakak pecinta fisika..terimakasih
mohon dijawab segera, soalnya mau uan, biyar ga kepikiran..hhe
salam hormat saya..
Minggu, 19 April, 2009 05:42
“Aziz” aziz0282@yahoo.com
Saran sy, ambil yg di Tek Inf Telkom saja.
Salam
Aziz
Minggu, 19 April, 2009 06:46
“Daffan” devansas@gmail.com
kl saya boleh memberi saran
1. Jurusan MIPA nantinya akan bekerja dibidang IPA, sains dan biasanya larinya ke seputaran dunia pendidikan, yaitu jadi guru, dosen, tutor, widyiswara, laboran dll
2. jurusan TIK Telkom ini lebih luas disamping bisa menjadi pengajar, bisa masuk didunia IT teknik, seperti pranata komputer dikantor pemerintahan atau swasta, jika memang benar2 siap100% di IT ya masuk situ saja, karena jangan setengah2, nanti kalah saingan dengan orang lain. saudaraku dari IT UPN Jogja bisa bekerja jaringan internet kebeberapa kota di indonesia, terahkir kerja di kopertis jd pranata komputer.
3. Jika semuanya ditekuni dengan serius dan keyakinan tinggi pasti rejeki nanti akan datang dengan sendirinya, yang penting perbanyak pergaulan dibidangmu. jangan terbatas hanya satu teman. karena biasanya tentang pekerjaan, temanlah yang banyak menunjukan daripada kita mencari sendiri.
segitu saja, trims
febri andriani
Sunday, April 19, 2009, 7:44 PM
Untuk adik gundrie,
Masalah pemilihan jurusan itu tergantung minat anda dimana, jangan takut dengan bayang2 atau kata2 orang lain ?
Jurusan Fisika tidak selalu menjadi dosen, atau kerjaan yang berhubungan dengan pendidikan jika anda tidak berminat ber-career di academic.
JIka anda memilih program study Instrumentasi elektronik Fisika UI, setelah lulus anda bisa bekerja di bidang Instrumentasi & control di perusahaan2 seperti Foxboro, Yokogawa, ABB, dan perusahaan2 yang mensupply peralat2an untuk factory automation atau process automation, atau kontraktor2 seperti Toyo, Rekayasa Industry, IKPT, dll. Sedangkan jika anda tertarik bekerja di pabrik2. anda bisa menjadi instrumentasi engineer, seperti pabrik kimia, oil dan gas, pupuk, petrokimia, dll.
Sedangkan jika anda ambil jurusan Geofisika, anda bisa bekerja di perusahaan Minyak atau perusahaan konsultan yang mengolah data2 seismic. Begitu juga jika anda ambil program study Material science, anda bisa bekerja di bidang anda. Jadi semuanya tergantung minat anda.
JIka anda ambil TI telkom, jangan kuatir untuk masa depan career anda. Karena perkembangan TI makin lama makin maju, sehingga kebutuhan tenaga di bidang IT juga akan terus dibutuhkan, tentunya kemampuan yang mengikuti perkembangan IT itu sendiri.
Saya lulusan Teknik Fisika, sedangkan suaminya saya lulusan Fisika UI. Dulu kami sama2 bekerja di supplier alat2 pengukuran dan process automation untuk pabrik2. Saat ini suami saya sedang Post-Doctoral di Jepang. dimana S2 & S3nya bidangnya adalah Human Engineering. Ilmu yg masih berhubungan adalah pengukuran (instrumentasi & control) aktivitas manusia menggunakan sensor2. Dia melakukan pemprograman untuk melatih computer menggunakan data2 training yg ada.
Yang penting adalah minat anda dimana, dan menjalaninya dgn sunguh2. Banyak orang lulusan S1 di Indonesia tidak bekerja sesuai bidangnya, disebabkan krn keterbatasan informasi atau bisa juga krn minatnya berubah.. Yang penting adalah cara berpikir anda selama kuliah bisa digunakan dimanapun anda bekerja.
Minggu, 19 April, 2009 14:15
“gundrie_11″ gundrie_11@yahoo.com
Hmm..tapi apakah mungkin kalau ambil mipa Fisika kerja di suatu perusaahaan? ?Soalnya kata kenalanya saya yang ada di UI, bisa saja,,nanti disananya ngambil bidang geofisika,,, memungkinkan untuk kerja di perminyakan, atau instrumentasi, bidang elektro..Tapi apa kesempatan itu besar ya kak di lapangan kerja??
Yang saya takutkan jika mengambil Tek IF, kedepanya akan susah dalam mencari pekerjaan,,sekarang kan sudah banyak ahli IT..itu pertimbangan saya kak..
Minggu, 19 April, 2009 19:44
“febri andriani” bibip92@yahoo.com
Untuk adik gundrie,
Masalah pemilihan jurusan itu tergantung minat anda dimana, jangan takut dengan bayang2 atau kata2 orang lain ?
Jurusan Fisika tidak selalu menjadi dosen, atau kerjaan yang berhubungan dengan pendidikan jika anda tidak berminat ber-career di academic.
JIka anda memilih program study Instrumentasi elektronik Fisika UI, setelah lulus anda bisa bekerja di bidang Instrumentasi & control di perusahaan2 seperti Foxboro, Yokogawa, ABB, dan perusahaan2 yang mensupply peralat2an untuk factory automation atau process automation, atau kontraktor2 seperti Toyo, Rekayasa Industry, IKPT, dll. Sedangkan jika anda tertarik bekerja di pabrik2. anda bisa menjadi instrumentasi engineer, seperti pabrik kimia, oil dan gas, pupuk, petrokimia, dll.
Sedangkan jika anda ambil jurusan Geofisika, anda bisa bekerja di perusahaan Minyak atau perusahaan konsultan yang mengolah data2 seismic. Begitu juga jika anda ambil program study Material science, anda bisa bekerja di bidang anda. Jadi semuanya tergantung minat anda.
JIka anda ambil TI telkom, jangan kuatir untuk masa depan career anda. Karena perkembangan TI makin lama makin maju, sehingga kebutuhan tenaga di bidang IT juga akan terus dibutuhkan, tentunya kemampuan yang mengikuti perkembangan IT itu sendiri.
Saya lulusan Teknik Fisika, sedangkan suaminya saya lulusan Fisika UI. Dulu kami sama2 bekerja di supplier alat2 pengukuran dan process automation untuk pabrik2. Saat ini suami saya sedang Post-Doctoral di Jepang. dimana S2 & S3nya bidangnya adalah Human Engineering. Ilmu yg masih berhubungan adalah pengukuran (instrumentasi & control) aktivitas manusia menggunakan sensor2. Dia melakukan pemprograman untuk melatih computer menggunakan data2 training yg ada.
Yang penting adalah minat anda dimana, dan menjalaninya dgn sunguh2. Banyak orang lulusan S1 di Indonesia tidak bekerja sesuai bidangnya, disebabkan krn keterbatasan informasi atau bisa juga krn minatnya berubah. Yang penting adalah cara berpikir anda selama kuliah bisa digunakan dimanapun anda bekerja.
Minggu, 19 April, 2009 21:39
“tri setiyanto” setyatri@yahoo.com Ada satu masalah yang lain lagi dalam perekrutan pegawai di perusahaan-perusaha an, kebanyakan mereka, orang bagian HRD nya tidak mengerti apa-apa tentang fisika, dan apa yang dikerjakan orang fisika, sehingga kadang-kadang mereka minta ada ngga pengalaman pekerjaan yang lain, ya sekitar 5 tahunan gitu.
Ini point yang bagus sekali. Memang fakta ini, sekali lagi, merefleksikan ketidaktahuan masyarakat kita kepada karakteristik dan kualitas dari lulusan Departemen Fisika. Satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah membuat database perusahaan-perusaha an yang sudah memiliki pengalaman dalam menrekrut dan mempekerjakan lulusan fisika sebelumnya. Mengingat pendidikan sarjana fisika di Indonesia sudah ada selama 50 tahun lebih, seharusnya daftarnya sudah panjang, hanya tidak pernah dibuat saja.
> Kalo masalahnya cari kerja, peluang mendapatkan perkerjaan pada bidang fisika, kalo ngga dapet di Indonesia ya keluar negeri aja. Why not gitu? Banyak lho bidang pekerjaan yang tersedia di luar negeri sana. Coba liat di http://www.physicsworld. com, terus klik di tab Physics Job. Kebanyakan sih emang pekerjaanya adalah bidang penelitian. Kalo pingin kerja di luar negeri, persiapkan bahasanya, terutama bahasa Inggris ,dan kalo bisa bahasa negera setempat kita bekerja juga dikuasai.
PhysicsJob (dan situs serupa di AS) sebenarnya pun masih kurang sesuai dengan diskusi ini. Alasannya banyak pekerjaan yang ditawarkan memerlukan gelar lanjutan.
Untuk banyak kasus, memang benar bahwa kelihatannya lebih prospektif untuk mencari kerja di LN. Situasi dengan HRD nya berbeda. Namun saya kira agak sulit jika harus melalui tahap studi lanjutan (S2/S3) terlebih dahulu (kecuali jika memang targetnya akademia). Disini juga terlihat jelas pentingnya kemampuan berbahasa asing. Jangan dilupakan bahwa go international berarti juga berkompetisi dengan orang dari tempat-tempat lain.
Setahu saya ada sebenarnya cabang perusahaan asing di Indonesia yang merekrut pegawai di Indonesia, perusahaan2 migas setahu saya hampir semuanya masuk kategori ini. Milis-ers lain ada yang punya pengalaman soal ini ?
Salah satu sektor di LN yang sangat banyak menyerap lulusan fisika adalah sektor akademia, namun pekerjaanya sendiri bukan sebagai penelitian. Fasilitas riset besar di LN, baik di industri swasta maupun lembaga pemerintah, membutuhkan banyak sekali teknisi dan staf lapangan yang menguasai fisika tapi juga memiliki keahlian luas yang umumnya dikuasai lulusan teknik (matematika, elektronika, instrumentasi, komputer, metode laboratorium) . Namun job description- nya sendiri bukan penelitian. Job description- nya adalah membantu dan bekerja sama dengan peneliti-nya, dalam kapasitas sebagai teknisi. Saya cukup banyak berinteraksi dengan orang-orang semacam itu, baik dulu di Fermilab maupun sekarang di CERN. Pekerjaan semacam itu, percaya atau tidak, standard gajinya justru lebih besar dibandingkan gaji peneliti (postdoc), sekitar 25-50% lebih tinggi !
Beberapa job description untuk posisi seperti ini:
- staf analisis data/data handling di observatorium/ station pengamatan.
- staf pendukung 24/7 untuk jaringan komputer dan cluster komputer.
- staf teknisi elektronik/mekanik untuk memperbaiki komponen-komponen alat-alat penelitian
- staf teknisi untuk pengoperasian fasilitas riset, seperti penyediaan gas helium/nitrogen, sistem HVAC.
- staf instrumentasi untuk sistem kendali fasilitas penelitian.
Pekerjaan hampir semua bertema teknik/informatika. Bedanya adalah client-nya scientist dan bukan industri.
komentar diatas merupakan ide rekan
Diposkan oleh S.K.Kurniawan Siregar di 19:51
Label: fisika murni, prospek fisikawan
4 komentar:
Suromenggolo mengatakan…
Ikut menambahkan sharing pengalaman mengenai prospek lulusan fisika.
@ Adik Gandri Narandu dan juga adik2 yang lain yang mungkin akan masuk dunia fisika: Nggak usah bingung2 yang penting ambil bidang yang anda senangi dan cintai kemudian tekuni, bidang tersebut. Setelah lulus mau bekerja dimana, itu pilihan individu masing-masing. Dan ingat bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, yang penting kita berusaha dan banyak berdo’a. Istilahnya tak kan lari gunung di kejar. Kalau itu hak kita pastikan akan datang ke kita.
Saya juga salah satu alumni fisika ITB. Lulus akhir tahun 97. Pertama masuk dan kuliah di fisika memang sedikit ada keraguan dan terbayang mau bekerja dan dimana setelah saya lulus nanti. Tetapi seiring berjalannya waktu saya bersyukur dan bangga dapat kuliah di Fisika ITB, yang juga terkenal sebagai momok dan sulit untuk dapat lulus dengan cepat dari sini. Dosen-dosennya kebanyakan semuanya adalah killer, nggak ada kompromi dalam memberikan nilai kepada mahasiswanya. Ini juga diakui jurusan lain yang mata kuliahnya masih dipegang oleh dosen fisika. Seperti mata kuliah medan electromagnet yang jadi momok bagi jurusan elektro dan mata kuliah gelombang bagi jurusan mesin. Bagi yang pernah kuliah di fisika ITB tentunya akan tahu bagaimana susahnya untuk sekali ambil bisa lulus mata kuliah yang di pegang oleh Prof Pantur Silaban dan Dr. The Houw Liong. Pengalaman dari 150 an mahasiswa yang ujian fisika modern oleh Pak The Houw Liong, yang mendapat nilai A tidak ada satu pun, Nilia B kalau nggak salah satu orang, dan nilai C tidak lebih dari 5 orang, lainnya nilainya D dan E.
Beberapa keuntungan yang saya dapat selama saya menjadi mahasiswa Fisika, dengan mudah saya bisa menjadi asisten di Lab Fisika Dasar baik di ITB maupun di Univ swasta yang lain. Kesempatan ini belum tentu di nikmati oleh jurusan lainnya. Sambil bisa ngeceng saya dapat mengajari praktikum fisika dari jurusan yang lain dan lumayanlah honornya buat nambah uang saku, he,hee.. Mulai semester 3 saya sangat sibuk menjadi asisten Lab fisika dasar, maklumlah kiriman uang dari ortu tidak cukup untuk biaya hidup di Bandung waktu itu,jadi saya harus menambah dari honor2 jadi assisten lab seperti ini. Dan yang penting lagi pengalaman menjadi asisten di Lab ini menurut saya sangat membantu mendapat pekerjaan setelah saya lulus, saya jadi terbiasa menghadapi dan membimbing orang lain.
Oh ya, selama kuliah mulai semester 3 dimana mata kuliahnya sudah menjurus di fisika, saya nggak pernah lulus satu kali ambil untuk mata kuliah fisika, rata-rata saya mengambil 2 kali untuk mata kuliah yang sama, saya hanya mendapat nilai yang cukup baik di mata kuliah yang berhubungan dengan electronika nya saja. Akhirnya saya putuskan untuk ambil kelompok keahlian ke Electronika & Instrument, yang memang menjadi hobby dan kesenangan saya. Meskipun ada joke katanya bahwa yang masuk bidang Elins adalah orang-orang buangan yang nggak mampu belajar fisika. Tapi nggak apalah yang penting saya senang dan akan saya tekuni bidang ini, he,he..
continue…
2009 September 4 22:50
Suromenggolo mengatakan…
Akhirnya setelah 5 tahun saya dapat lulus dari fisika meskipun dengan daftar nilai saya yang rantai carbon (banyak nilai C, lulus dengan mendapat predikat kemelut (bukan cumlaude lho ya), IPK saya cukup 2.3 ( He, he menyedihkan ya). Alhasil nggak mungkin lah saya bisa nglamar jadi PNS atau pegawai BUMN, yang biasanya mensyarakat IPK min 2.75. Tetapi menjadi pegawai PNS atau BUMN bukan pilihan hidup saya, jadi no problem lah dengan itu.
Lulus akhir 97 dibarengi dengan mulai terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, banyak gelombang PHK, ribuan orang diberhentikan dari pekerjaannya. Bisa dibayangkan ribuan orang di PHK, lha saya koq malah cari pekerjaan, seperti konyol rasanya. Banyak teman2 yang ortunya mampu langsung ambil S2 dengan biaya sendiri, tentu tak ada masalah. Bagi saya itu tak mungkin, saya harus dapatkan pekerjaan.
Alhasil setelah tabrak sana, tabrak sini tidak sampai lebih 2 bulan saya sudah dapatkan pekerjaan, meskipun di perusahaan yang kecil, menurut saya tidak masalah yang penting saya mendapatkan pengalaman kerja dulu. Di pekerjaan saya juga selalu berinteraksi dengan orang2 dari jurusan lain seperti elektro ataupun mesin, dan menurut saya juga nggak ada masalah koq.
Sebetulnya begitu lulus saya sudah di terima di siemens telecom yg di Bandung bersama 5 orang lain, tapi begitu nunggu sign contrac, ada keputusan dari management untuk men suspend sampai batas waktu yang tidak jelas, karena terjadinya crisis ekonomi tadi. Ya saya fikir, memang belum rezeki saya lah, positif thingking saja.
Setelah satu tahun bekerja di perusahaan kecil saya melompat di perusahaan yang lebih besar. Kalau saya hitung2 sampai sekarang saya sudah pindah perussahaan sampai 8x, kalau saya turuti saya bisa pindah pekerjaan setiap tahun nich. Kelihatannya saya sudah masuk kategori kutu loncat ya, he he…,tapi itu membuktikan dengan menyandang predikat lulusan fisika, tidak menjadi halangan bagi saya untuk mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan.
continue…
2009 September 4 22:54
Suromenggolo mengatakan…
Posting ini telah dihapus oleh penulisnya.
2009 September 4 23:00
Suromenggolo mengatakan…
Saat ini saya masih berkarir di bidang oil & gas di Indonesia. Sekarang saya diberi tanggung jawab meliputi bidang mechanical, electrical dan instrument. Dan saya bisa mendapatkan gaji yang nggak jelek2 amat menurut saya, 40jt/bln nett di Indonesia.
Dan saya perhatikan ada juga koq yang dari fisika teori sekali pun bisa masuk siemens telecom, ada juga yang dari fisika material sekarang berkarir sebagai drilling engineer di perusahaan oil&gas yang terkenal. Dan masih banyak juga yang berkarir di bidang per bankan, IT, oil service seperti sclumberger, Halliburton yang dari fisika bumi. Beberapa juga masuk di bidang penelitian seperti LIPI, BATAN, dll. Banyak juga yang ambil s2 dan s3 untuk berkarir sebagai dosen. Banyak juga yang sukses sebagai enterpreneur atau wiraswasta sendiri. Tapi juga tidak menutup mata ada juga yang menjadi guru di SMA atau bimbingan2 belajar. Hal seperti ini juga bukan hanya di alami oleh alumni fisika, tapi juga terjadi di alumni2 di jurusan yang lain juga koq. Itu pun menurut saya juga nggak ada masalah, karena kita juga tidak tahu tujuan dan orientasi hidup masing masing individu. Hidup adalah pilihan.
Dan jangan lupa ITB juga pernah dipimpin oleh dua orang rektor yang berasal dari jurusan fisika, yaitu Prof. Dr. Hariadi Supangkat dan Prof. Dr. Lilik Hendrajaya.
Terakhir,Yang menurut saya penting adalah kuasai bidang anda, kuasa software2 yang berhubungan dengan skill anda. Dan jangan lupa bahasa english juga sangat penting untuk menghadapi persaingan global.
Kalau anda sekarang sudah menjadi salah satu mahasiswa fisika, saya ucapkan selamat menghadapi dunia fisika yang penuh tantangan, karena anda perlu usaha dan perjuangan yang keras untuk bisa lolos dari situ. Anda akan banyak mendapatkan suka dan duka selama menempuh pendidikan fisika. Kalau anda punya nyali,jangan ragu2 masuk dunia fisika, maju terus dan pantang mundur.
fisika pelajaran yang sulit iyah. mencari lapangan kerja juga sulit iyah.
tapi aplikasi dari fisika itu sangat menakjubkan dan menarik.
boleh ngetes nda. karena kamu anak fisika seharusnya anda bisa menjawab pertanyaan di blog saya.
http://sukrablog.blogspot.com/2008/01/anda-tidaklah-istimewa.html
oyah sekalian mampir ke http://sukrablog.blogspot.com/2007/12/lab-di-indonesia.html atau http://www.mmmfoundation.org ini salah satu lab fisika terbaik yang ada di indo bahkan di asia tenggara.
enjoy, peace and love
Bagus nya ada perkumpulan orang-orang fisika, disanalah kita berbagi kisah, membuka lapangan kerja baru ato ngerumpi sharing perusahaan yang butuh orang-orang fisika ato gimana….. githu, usul aje hehehe……
halah halah, cerita lama mahasiswa fisika, gag berani tampil…keliatan banget waktu gw jadi asisten, beda banget secara mental sama anak jurusan teknik…jawab pertanyaan aja gag berani, gimana cari kerjaan, mungkin nerima duit bejibun aje gag siap, di pikirannya fisika itu adalah neraka…
padahal, peluang untuk miskin mahasiswa jurusan teknik malah lebih gede, namanya juga banyak saingan…
kita gag ada saingan bung, tinggal diasah bahasa inggris n komputer…itu aja kuncinya,,,ironisnya, sbagian besar mahasiswa fisika englishnya ancur2an…
untuk kerjaan, ramai2 lah daftar ke Oil company, butuh fisika (instrument dan Geofisika)…inget English!!!
Prospek kerja fisika murni
diawali dari kebingungan menentukan pilihan masa depan yang lebih baik
setelah tamat dari jenjang sekolah menengah atas, berkeinginan melanjutkan kejenjang perguruan tinggi,ada pertanyaan besar dalam pikiran ….. jurusan apakah yang dipilih ? sesuai selera atau kemampuan or bakat ……
bagaimana dengan jurusan FISIKA ?
FISIKA ADALAH ILMU UNIVERSAL,FISIKA TIDAK HANYA BERKUTAT DI REAKTOR NUKLIR,,,,PARTIKEL, ,GELOMBANG. ..SEKARANG FISIKA SUDAH MASUK KE ERA BARU….FISIKA ADALAH ILMU MASA DEPAN…SIAPA YG MENGUASAI FISIKA BEARTI MENGUASAI MASA DEPAN,,ITU YANG DI KATAKAN DOSEN SAYA… “TERNYATA BENAR,,,” U CAN DO EVERYTHING U THINK”
UTUK TEMAN2 FISIKA..PLEASE. ..BANTU ADIK2 KITA, YAKIN KAN MEREKA BAHWA MEMILIH FISIKA BUKAN SUATU KESALAHAN… INI ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA.
Sabtu, 18 April, 2009 22:51
“gundrie_11″ gundrie_11@yahoo.com
ass.wr.wb..
hmm..kenalkan, saya anggota baru milis..bwd para senior dari milis ini mohon bantuanya ya, belum tw apa2..hhe
Saya ingin tanya, bagaimana prospek MIPA fisika ini kedepanya??kebetula n saya keterima di Mipa-fisika UI, tapi sayangnya kelas paralel,,sebelumnya saya juga sudah dinyatakan di terima di Tek Informatika Telkom..Orang tua meberikan saya kebebasan andai kata sampai snmptn nanti saya belum mendapatkan PTN fav lagi…
Yang saya khawatirkan, saya keterima di Paralel ui ini akan dibatasi dalam masalah keaktifan,cenderung diutamakan yang kelas reguler dalam ajang kompetisi, apakah benar??sedangkan Tek informatika saat ini dengar2 kedepanya tidak akan sebagus dulu..
Saya bingung dalam mengambil keputusan, mohon bantuannya ya kakak pecinta fisika..terimakasih
mohon dijawab segera, soalnya mau uan, biyar ga kepikiran..hhe
salam hormat saya..
Minggu, 19 April, 2009 05:42
“Aziz” aziz0282@yahoo.com
Saran sy, ambil yg di Tek Inf Telkom saja.
Salam
Aziz
Minggu, 19 April, 2009 06:46
“Daffan” devansas@gmail.com
kl saya boleh memberi saran
1. Jurusan MIPA nantinya akan bekerja dibidang IPA, sains dan biasanya larinya ke seputaran dunia pendidikan, yaitu jadi guru, dosen, tutor, widyiswara, laboran dll
2. jurusan TIK Telkom ini lebih luas disamping bisa menjadi pengajar, bisa masuk didunia IT teknik, seperti pranata komputer dikantor pemerintahan atau swasta, jika memang benar2 siap100% di IT ya masuk situ saja, karena jangan setengah2, nanti kalah saingan dengan orang lain. saudaraku dari IT UPN Jogja bisa bekerja jaringan internet kebeberapa kota di indonesia, terahkir kerja di kopertis jd pranata komputer.
3. Jika semuanya ditekuni dengan serius dan keyakinan tinggi pasti rejeki nanti akan datang dengan sendirinya, yang penting perbanyak pergaulan dibidangmu. jangan terbatas hanya satu teman. karena biasanya tentang pekerjaan, temanlah yang banyak menunjukan daripada kita mencari sendiri.
segitu saja, trims
febri andriani
Sunday, April 19, 2009, 7:44 PM
Untuk adik gundrie,
Masalah pemilihan jurusan itu tergantung minat anda dimana, jangan takut dengan bayang2 atau kata2 orang lain ?
Jurusan Fisika tidak selalu menjadi dosen, atau kerjaan yang berhubungan dengan pendidikan jika anda tidak berminat ber-career di academic.
JIka anda memilih program study Instrumentasi elektronik Fisika UI, setelah lulus anda bisa bekerja di bidang Instrumentasi & control di perusahaan2 seperti Foxboro, Yokogawa, ABB, dan perusahaan2 yang mensupply peralat2an untuk factory automation atau process automation, atau kontraktor2 seperti Toyo, Rekayasa Industry, IKPT, dll. Sedangkan jika anda tertarik bekerja di pabrik2. anda bisa menjadi instrumentasi engineer, seperti pabrik kimia, oil dan gas, pupuk, petrokimia, dll.
Sedangkan jika anda ambil jurusan Geofisika, anda bisa bekerja di perusahaan Minyak atau perusahaan konsultan yang mengolah data2 seismic. Begitu juga jika anda ambil program study Material science, anda bisa bekerja di bidang anda. Jadi semuanya tergantung minat anda.
JIka anda ambil TI telkom, jangan kuatir untuk masa depan career anda. Karena perkembangan TI makin lama makin maju, sehingga kebutuhan tenaga di bidang IT juga akan terus dibutuhkan, tentunya kemampuan yang mengikuti perkembangan IT itu sendiri.
Saya lulusan Teknik Fisika, sedangkan suaminya saya lulusan Fisika UI. Dulu kami sama2 bekerja di supplier alat2 pengukuran dan process automation untuk pabrik2. Saat ini suami saya sedang Post-Doctoral di Jepang. dimana S2 & S3nya bidangnya adalah Human Engineering. Ilmu yg masih berhubungan adalah pengukuran (instrumentasi & control) aktivitas manusia menggunakan sensor2. Dia melakukan pemprograman untuk melatih computer menggunakan data2 training yg ada.
Yang penting adalah minat anda dimana, dan menjalaninya dgn sunguh2. Banyak orang lulusan S1 di Indonesia tidak bekerja sesuai bidangnya, disebabkan krn keterbatasan informasi atau bisa juga krn minatnya berubah.. Yang penting adalah cara berpikir anda selama kuliah bisa digunakan dimanapun anda bekerja.
Minggu, 19 April, 2009 14:15
“gundrie_11″ gundrie_11@yahoo.com
Hmm..tapi apakah mungkin kalau ambil mipa Fisika kerja di suatu perusaahaan? ?Soalnya kata kenalanya saya yang ada di UI, bisa saja,,nanti disananya ngambil bidang geofisika,,, memungkinkan untuk kerja di perminyakan, atau instrumentasi, bidang elektro..Tapi apa kesempatan itu besar ya kak di lapangan kerja??
Yang saya takutkan jika mengambil Tek IF, kedepanya akan susah dalam mencari pekerjaan,,sekarang kan sudah banyak ahli IT..itu pertimbangan saya kak..
Minggu, 19 April, 2009 19:44
“febri andriani” bibip92@yahoo.com
Untuk adik gundrie,
Masalah pemilihan jurusan itu tergantung minat anda dimana, jangan takut dengan bayang2 atau kata2 orang lain ?
Jurusan Fisika tidak selalu menjadi dosen, atau kerjaan yang berhubungan dengan pendidikan jika anda tidak berminat ber-career di academic.
JIka anda memilih program study Instrumentasi elektronik Fisika UI, setelah lulus anda bisa bekerja di bidang Instrumentasi & control di perusahaan2 seperti Foxboro, Yokogawa, ABB, dan perusahaan2 yang mensupply peralat2an untuk factory automation atau process automation, atau kontraktor2 seperti Toyo, Rekayasa Industry, IKPT, dll. Sedangkan jika anda tertarik bekerja di pabrik2. anda bisa menjadi instrumentasi engineer, seperti pabrik kimia, oil dan gas, pupuk, petrokimia, dll.
Sedangkan jika anda ambil jurusan Geofisika, anda bisa bekerja di perusahaan Minyak atau perusahaan konsultan yang mengolah data2 seismic. Begitu juga jika anda ambil program study Material science, anda bisa bekerja di bidang anda. Jadi semuanya tergantung minat anda.
JIka anda ambil TI telkom, jangan kuatir untuk masa depan career anda. Karena perkembangan TI makin lama makin maju, sehingga kebutuhan tenaga di bidang IT juga akan terus dibutuhkan, tentunya kemampuan yang mengikuti perkembangan IT itu sendiri.
Saya lulusan Teknik Fisika, sedangkan suaminya saya lulusan Fisika UI. Dulu kami sama2 bekerja di supplier alat2 pengukuran dan process automation untuk pabrik2. Saat ini suami saya sedang Post-Doctoral di Jepang. dimana S2 & S3nya bidangnya adalah Human Engineering. Ilmu yg masih berhubungan adalah pengukuran (instrumentasi & control) aktivitas manusia menggunakan sensor2. Dia melakukan pemprograman untuk melatih computer menggunakan data2 training yg ada.
Yang penting adalah minat anda dimana, dan menjalaninya dgn sunguh2. Banyak orang lulusan S1 di Indonesia tidak bekerja sesuai bidangnya, disebabkan krn keterbatasan informasi atau bisa juga krn minatnya berubah. Yang penting adalah cara berpikir anda selama kuliah bisa digunakan dimanapun anda bekerja.
Minggu, 19 April, 2009 21:39
“tri setiyanto” setyatri@yahoo.com Ada satu masalah yang lain lagi dalam perekrutan pegawai di perusahaan-perusaha an, kebanyakan mereka, orang bagian HRD nya tidak mengerti apa-apa tentang fisika, dan apa yang dikerjakan orang fisika, sehingga kadang-kadang mereka minta ada ngga pengalaman pekerjaan yang lain, ya sekitar 5 tahunan gitu.
Ini point yang bagus sekali. Memang fakta ini, sekali lagi, merefleksikan ketidaktahuan masyarakat kita kepada karakteristik dan kualitas dari lulusan Departemen Fisika. Satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah membuat database perusahaan-perusaha an yang sudah memiliki pengalaman dalam menrekrut dan mempekerjakan lulusan fisika sebelumnya. Mengingat pendidikan sarjana fisika di Indonesia sudah ada selama 50 tahun lebih, seharusnya daftarnya sudah panjang, hanya tidak pernah dibuat saja.
> Kalo masalahnya cari kerja, peluang mendapatkan perkerjaan pada bidang fisika, kalo ngga dapet di Indonesia ya keluar negeri aja. Why not gitu? Banyak lho bidang pekerjaan yang tersedia di luar negeri sana. Coba liat di http://www.physicsworld. com, terus klik di tab Physics Job. Kebanyakan sih emang pekerjaanya adalah bidang penelitian. Kalo pingin kerja di luar negeri, persiapkan bahasanya, terutama bahasa Inggris ,dan kalo bisa bahasa negera setempat kita bekerja juga dikuasai.
PhysicsJob (dan situs serupa di AS) sebenarnya pun masih kurang sesuai dengan diskusi ini. Alasannya banyak pekerjaan yang ditawarkan memerlukan gelar lanjutan.
Untuk banyak kasus, memang benar bahwa kelihatannya lebih prospektif untuk mencari kerja di LN. Situasi dengan HRD nya berbeda. Namun saya kira agak sulit jika harus melalui tahap studi lanjutan (S2/S3) terlebih dahulu (kecuali jika memang targetnya akademia). Disini juga terlihat jelas pentingnya kemampuan berbahasa asing. Jangan dilupakan bahwa go international berarti juga berkompetisi dengan orang dari tempat-tempat lain.
Setahu saya ada sebenarnya cabang perusahaan asing di Indonesia yang merekrut pegawai di Indonesia, perusahaan2 migas setahu saya hampir semuanya masuk kategori ini. Milis-ers lain ada yang punya pengalaman soal ini ?
Salah satu sektor di LN yang sangat banyak menyerap lulusan fisika adalah sektor akademia, namun pekerjaanya sendiri bukan sebagai penelitian. Fasilitas riset besar di LN, baik di industri swasta maupun lembaga pemerintah, membutuhkan banyak sekali teknisi dan staf lapangan yang menguasai fisika tapi juga memiliki keahlian luas yang umumnya dikuasai lulusan teknik (matematika, elektronika, instrumentasi, komputer, metode laboratorium) . Namun job description- nya sendiri bukan penelitian. Job description- nya adalah membantu dan bekerja sama dengan peneliti-nya, dalam kapasitas sebagai teknisi. Saya cukup banyak berinteraksi dengan orang-orang semacam itu, baik dulu di Fermilab maupun sekarang di CERN. Pekerjaan semacam itu, percaya atau tidak, standard gajinya justru lebih besar dibandingkan gaji peneliti (postdoc), sekitar 25-50% lebih tinggi !
Beberapa job description untuk posisi seperti ini:
- staf analisis data/data handling di observatorium/ station pengamatan.
- staf pendukung 24/7 untuk jaringan komputer dan cluster komputer.
- staf teknisi elektronik/mekanik untuk memperbaiki komponen-komponen alat-alat penelitian
- staf teknisi untuk pengoperasian fasilitas riset, seperti penyediaan gas helium/nitrogen, sistem HVAC.
- staf instrumentasi untuk sistem kendali fasilitas penelitian.
Pekerjaan hampir semua bertema teknik/informatika. Bedanya adalah client-nya scientist dan bukan industri.
komentar diatas merupakan ide rekan
Diposkan oleh S.K.Kurniawan Siregar di 19:51
Label: fisika murni, prospek fisikawan
4 komentar:
Suromenggolo mengatakan…
Ikut menambahkan sharing pengalaman mengenai prospek lulusan fisika.
@ Adik Gandri Narandu dan juga adik2 yang lain yang mungkin akan masuk dunia fisika: Nggak usah bingung2 yang penting ambil bidang yang anda senangi dan cintai kemudian tekuni, bidang tersebut. Setelah lulus mau bekerja dimana, itu pilihan individu masing-masing. Dan ingat bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, yang penting kita berusaha dan banyak berdo’a. Istilahnya tak kan lari gunung di kejar. Kalau itu hak kita pastikan akan datang ke kita.
Saya juga salah satu alumni fisika ITB. Lulus akhir tahun 97. Pertama masuk dan kuliah di fisika memang sedikit ada keraguan dan terbayang mau bekerja dan dimana setelah saya lulus nanti. Tetapi seiring berjalannya waktu saya bersyukur dan bangga dapat kuliah di Fisika ITB, yang juga terkenal sebagai momok dan sulit untuk dapat lulus dengan cepat dari sini. Dosen-dosennya kebanyakan semuanya adalah killer, nggak ada kompromi dalam memberikan nilai kepada mahasiswanya. Ini juga diakui jurusan lain yang mata kuliahnya masih dipegang oleh dosen fisika. Seperti mata kuliah medan electromagnet yang jadi momok bagi jurusan elektro dan mata kuliah gelombang bagi jurusan mesin. Bagi yang pernah kuliah di fisika ITB tentunya akan tahu bagaimana susahnya untuk sekali ambil bisa lulus mata kuliah yang di pegang oleh Prof Pantur Silaban dan Dr. The Houw Liong. Pengalaman dari 150 an mahasiswa yang ujian fisika modern oleh Pak The Houw Liong, yang mendapat nilai A tidak ada satu pun, Nilia B kalau nggak salah satu orang, dan nilai C tidak lebih dari 5 orang, lainnya nilainya D dan E.
Beberapa keuntungan yang saya dapat selama saya menjadi mahasiswa Fisika, dengan mudah saya bisa menjadi asisten di Lab Fisika Dasar baik di ITB maupun di Univ swasta yang lain. Kesempatan ini belum tentu di nikmati oleh jurusan lainnya. Sambil bisa ngeceng saya dapat mengajari praktikum fisika dari jurusan yang lain dan lumayanlah honornya buat nambah uang saku, he,hee.. Mulai semester 3 saya sangat sibuk menjadi asisten Lab fisika dasar, maklumlah kiriman uang dari ortu tidak cukup untuk biaya hidup di Bandung waktu itu,jadi saya harus menambah dari honor2 jadi assisten lab seperti ini. Dan yang penting lagi pengalaman menjadi asisten di Lab ini menurut saya sangat membantu mendapat pekerjaan setelah saya lulus, saya jadi terbiasa menghadapi dan membimbing orang lain.
Oh ya, selama kuliah mulai semester 3 dimana mata kuliahnya sudah menjurus di fisika, saya nggak pernah lulus satu kali ambil untuk mata kuliah fisika, rata-rata saya mengambil 2 kali untuk mata kuliah yang sama, saya hanya mendapat nilai yang cukup baik di mata kuliah yang berhubungan dengan electronika nya saja. Akhirnya saya putuskan untuk ambil kelompok keahlian ke Electronika & Instrument, yang memang menjadi hobby dan kesenangan saya. Meskipun ada joke katanya bahwa yang masuk bidang Elins adalah orang-orang buangan yang nggak mampu belajar fisika. Tapi nggak apalah yang penting saya senang dan akan saya tekuni bidang ini, he,he..
continue…
2009 September 4 22:50
Suromenggolo mengatakan…
Akhirnya setelah 5 tahun saya dapat lulus dari fisika meskipun dengan daftar nilai saya yang rantai carbon (banyak nilai C, lulus dengan mendapat predikat kemelut (bukan cumlaude lho ya), IPK saya cukup 2.3 ( He, he menyedihkan ya). Alhasil nggak mungkin lah saya bisa nglamar jadi PNS atau pegawai BUMN, yang biasanya mensyarakat IPK min 2.75. Tetapi menjadi pegawai PNS atau BUMN bukan pilihan hidup saya, jadi no problem lah dengan itu.
Lulus akhir 97 dibarengi dengan mulai terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, banyak gelombang PHK, ribuan orang diberhentikan dari pekerjaannya. Bisa dibayangkan ribuan orang di PHK, lha saya koq malah cari pekerjaan, seperti konyol rasanya. Banyak teman2 yang ortunya mampu langsung ambil S2 dengan biaya sendiri, tentu tak ada masalah. Bagi saya itu tak mungkin, saya harus dapatkan pekerjaan.
Alhasil setelah tabrak sana, tabrak sini tidak sampai lebih 2 bulan saya sudah dapatkan pekerjaan, meskipun di perusahaan yang kecil, menurut saya tidak masalah yang penting saya mendapatkan pengalaman kerja dulu. Di pekerjaan saya juga selalu berinteraksi dengan orang2 dari jurusan lain seperti elektro ataupun mesin, dan menurut saya juga nggak ada masalah koq.
Sebetulnya begitu lulus saya sudah di terima di siemens telecom yg di Bandung bersama 5 orang lain, tapi begitu nunggu sign contrac, ada keputusan dari management untuk men suspend sampai batas waktu yang tidak jelas, karena terjadinya crisis ekonomi tadi. Ya saya fikir, memang belum rezeki saya lah, positif thingking saja.
Setelah satu tahun bekerja di perusahaan kecil saya melompat di perusahaan yang lebih besar. Kalau saya hitung2 sampai sekarang saya sudah pindah perussahaan sampai 8x, kalau saya turuti saya bisa pindah pekerjaan setiap tahun nich. Kelihatannya saya sudah masuk kategori kutu loncat ya, he he…,tapi itu membuktikan dengan menyandang predikat lulusan fisika, tidak menjadi halangan bagi saya untuk mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan.
continue…
2009 September 4 22:54
Suromenggolo mengatakan…
Posting ini telah dihapus oleh penulisnya.
2009 September 4 23:00
Suromenggolo mengatakan…
Saat ini saya masih berkarir di bidang oil & gas di Indonesia. Sekarang saya diberi tanggung jawab meliputi bidang mechanical, electrical dan instrument. Dan saya bisa mendapatkan gaji yang nggak jelek2 amat menurut saya, 40jt/bln nett di Indonesia.
Dan saya perhatikan ada juga koq yang dari fisika teori sekali pun bisa masuk siemens telecom, ada juga yang dari fisika material sekarang berkarir sebagai drilling engineer di perusahaan oil&gas yang terkenal. Dan masih banyak juga yang berkarir di bidang per bankan, IT, oil service seperti sclumberger, Halliburton yang dari fisika bumi. Beberapa juga masuk di bidang penelitian seperti LIPI, BATAN, dll. Banyak juga yang ambil s2 dan s3 untuk berkarir sebagai dosen. Banyak juga yang sukses sebagai enterpreneur atau wiraswasta sendiri. Tapi juga tidak menutup mata ada juga yang menjadi guru di SMA atau bimbingan2 belajar. Hal seperti ini juga bukan hanya di alami oleh alumni fisika, tapi juga terjadi di alumni2 di jurusan yang lain juga koq. Itu pun menurut saya juga nggak ada masalah, karena kita juga tidak tahu tujuan dan orientasi hidup masing masing individu. Hidup adalah pilihan.
Dan jangan lupa ITB juga pernah dipimpin oleh dua orang rektor yang berasal dari jurusan fisika, yaitu Prof. Dr. Hariadi Supangkat dan Prof. Dr. Lilik Hendrajaya.
Terakhir,Yang menurut saya penting adalah kuasai bidang anda, kuasa software2 yang berhubungan dengan skill anda. Dan jangan lupa bahasa english juga sangat penting untuk menghadapi persaingan global.
Kalau anda sekarang sudah menjadi salah satu mahasiswa fisika, saya ucapkan selamat menghadapi dunia fisika yang penuh tantangan, karena anda perlu usaha dan perjuangan yang keras untuk bisa lolos dari situ. Anda akan banyak mendapatkan suka dan duka selama menempuh pendidikan fisika. Kalau anda punya nyali,jangan ragu2 masuk dunia fisika, maju terus dan pantang mundur.
Don’t worry be happy.
salam fisika. hanoman.putih@yahoo.com
2009 September 5 00:09