apa yang telah kita ucapkan harus bisa kita pertanggungjawabkan.
ada seorang pemimpin dia sudah berjanji sama anak buah nya bakal kasih honor sekian rupiah, tapi di akhir tugas dia gak bisa menepati janjinya, alasannya kas minus. otomatis donk semua anak buah nya kecewa dan sebagian besar anak buahnya berniat mo ngundurin diri.
apa ini solusi yang baik?, apa pemimpin itu dapat dipercaya sedangkan dia terkenal licik? mana laporan keuangannya ? kenapa gak dilihatkan kepada anak buahnya? dengan begitu anak buahnya bisa ngerti, klo memang kas minus.
seharusnya laporan keuangan itu dilihatkan kepada anak buahnya, klo memang kas minus.pasti anak buahnya gak bakal kecewa. dan memerima dengan ikhlas ya gak ?
saya sebagai anak buah, kesal banget. dan berniat mo ngundurin diri, doain ya agar saya dapat kerjaan baru
Filed under: My self, Opinion, curhat, duniaku, friends, pendapat, story, teman















Wah… dimana itu…
Jika kita bicara tentang dunia maka identik dengan kerealistisan. Maksudnya semua yang menjadi tolok ukur adalah yang realistis diantaranya adalah materi.
Didak dapat dipungkiri bahwa semua orang berlomba-lomba untuk mencari materi karena tolok ukur dan indikator kesuksesan manusia diatas muka bumi ini adalah dari sisi materi.
Materi akan menentukan tingkat sosial manusia yang dari pada jaman nenek moyang sudah ada yaitu materi akan menentukan urutan kasta seseorang.
Prinsip hidup dengan faham realistis itu ditandai dengan adanya prioritas urutan pencapain perjuangan untuk mencapai tujuan, yaitu :
1. Mengejar TAHTA
2. Terus HARTA
3. Terus WANITA
Nah ketidak adilan sebagaimana Posting Reza diatas adalah dilakukan kelompok yang sudah mempunyai uritan tujuan hidup No.1, yaitu TAHTA.
Mereka karena sudah mendapatkan tahta maka akan mengejar urutan no.2 yaitu HARTA. Untuk mencapai urutan jika iman dan tingkat moral seseorang penguasa TAHTA sangat minim maka mereka akan berjuang dengan berbagai cara apapun dan cenderung mengorbankan siapapun untuk mengejar dan mendapatkan yang namanya HARTA.
Nah pada tahap ini seperti yang Reza alami, ini adalah salah satu dari contoh dari sekian banyak sifat-sifat yang memuja faham realistis yang berorientasi materialistis demi mendapatkan pengakuan tingkat sosial seseorang.
Sebagai indikasinya biasanya orang-orang macam ini akan sangat suka sekali :
1. Berganti-ganti kendaraan seperti mobil mewah dan dan sebagainya dan cenderung menaruh digarasi yang sangat luas didepan rumah yang lebih dari dua atau tiga buah kendaraan yang dapat mudah dilihat langsung oleh orang lain.
2. Mendesain dan membangun rumahnya dengan gaya modern seperti ala Eropa dan bukan lagi menganut arsitektural minimalis dan bahkan jauh dari arsitektural tradisional karena jika dia biar dijadikan contoh dan dipuji orang lain.
3. Menggunakan asesoris keseharian diatas standar sosial orang seperti handphone yang canggih keluaran terkini walaupun mungkin hanya digunakan untuk sekedar sms dan telephone saja.
4. Suka bergaya dan bergaul ala borjuis karena pada lingkungan inilah meraka mendapat pengakuan pada level sosial kalangan atas.
Nah untuk mencapai ini mereka rela berbuat curang, berkata bohong sebagai contoh walaupun perusahaan untung mereka akan bilang rugi dengan tujuan karyawan tidak menuntut bonus, insentive, kenaikan upah atapun yang lainya yang bersifat akan mengurangi pundi-pundi materi mereka.
Jadi dijaman sekarang ini yang sebagian masyarakat mengukur sesuatu dengan materi dan bahkan ada sebagaian lagi menjadikan materi diatas segala-galanya bak dewa yang bisa menjadikan semuanya menjadi kenyataan maka hal-hal diatas masih akan terus ada dan cenderung bertambah parah.
Semoga sedikit uraian diatas membuat Reza menjadi lebih Legowo (orang jawa bilang) dan mengurangi penyesalan dan gerutu dalam hati.
Biarlah yang lalu berlalu, kita sambut hari esok dengan optimisme yang diiringi dengan doa, iktiar dan tawakal.
Amin.
Kurang lebihnya mohon maaf jika disana-sini terdapat kata-kata yang kurang berkenan dihati semuanya.
Salam,
Masoyie